Rabu, 17 April 2013

Isyarat Senyum

Hanya senyum yang bisa kubagikan sesaat sebelum badanku berpaling dari tatapanmu..

Dalam senyum, kubungkus aneka cerita bersama. Tak aku sepelehkan satu saat ketika aku harus menangis, pun akan kuingat benar tatkala kerianganmu membentu

Dengan segenggam semangat di tangan, dikau patrikan senoktah kenangan bahwa kemarin aku di hatimu.

Aku pun ikut tersenyum walau masam. Menyeruak macam rasa..,

Ada sesal.. Karena gagal menjaga.. Ada resah... Lantaran pertanyaan kemanakah dikau menuju... Ada rela... Sebab dikau inginkan..

Tak ada kata akhir, entah wejangan... Cuma senyum isyarat pergimu mengandung damai...

Minggu, 03 Maret 2013

KAMU

Kamu...
Mengiring langkahku tanpa mendahului, biar sederap walau hasrat ditinggal..
Kamu...
Menuai ceritaku kian marak, walau kadang tersendat kisahmu diuraikan...
Kamu...
Menuntun tanganku bila aku terjerumus nafsu, berpaling pada akhlak nan idaman keluhuran..
Kamu...
Mencari embun di hamparan dedaunan kering, tak pupus membendung asaku nan menggunung...
Kamu...
Memahat hatiku yg gersang biar ideal menggerus perasaan...
Kamu...
Di kala senja tetap menorehkan sejuta rasa hingga kembalikan semangatku laksana fajar...
Kamu...
Menutup matapun masih sanggup ulaskan senyum, selaras bisikan rasa bahagia terkenang...
Kamu...
Inspirasiku mematri kata, menjalin kalimat, hingga berserakan kisah.. Tentang Kita...

Kamis, 14 Februari 2013

KETEDUHAN CINTA

Sekeping asa telah kupasang laksana atribut di dada..
Ada bagian yg tercecer susah kuurai..
Ada senyum yg suka bergurau..
Dan membiarkan diriku terhempas jauh dari timbunan cinta..
Jangan bilang di hatiku terkumpul aneka buruk, bila kepingan asa di dada sulit kau gapai..

Sayang...
Aku terjerambab desir desau kepalsuan..
Berilah sekelumit ruang biar memayungi niat suci..
Kasih...
Keteduhanmu mengemas aku sampai tulangku menempuh kesejukan tanpa gerah...

Aku disini...masih meniti alur-alur kisah bergandengan bulan...
Dan kau...membuai keteduhan menopang surya..
Agar kepingan asa menemukan makna..
Bahwa kita memang sedang jatuh cinta... 





Met Valentine...

Rabu, 30 Januari 2013

Permenungan


Aku dalam genggaman-Mu...
Bisa berbuat apa saja seturut hatiku.. Kadang aku tunduk tanda takhluk pd dunia yg lalim.. Kadang aku berlari sekuatku saat ketakutan nan dahsyat.. Kadang pula aku diam, memikirkan seandainya mata-Mu menukik tajam meremukan tulangku..
Aku dalam genggaman-Mu, belum tau arah bila berada di persimpangan. Nuraniku terbentur keserakahan dan niat duniawi..
Apa yang telah Kau beri termasuk dunia dan terlebih diriku, telah mengisyaratkan bahwa itu anugrah...
Kadang aku terperosok begitu jauh dalam lubang kenistaan, namun Jemari-Mu mencolekku agar tercuat ke permukaan.. Dan saat itu heningku mengantar aku untuk mengatupkan tangan tanda syukur.
Tidak hanya di sini...buaian sisi hitam hidupku merayu diriku agar tertidur, dan Kau pun menggoyangkan telapak-Mu biar aku terbangun..
Pantaslah bila aku menengadah, wajarlah bila tanganku membuka telapak, menerima tuntunan rahmat berlimpah..

Tuhan...
Tangan-Mu membelaiku, cinta-Mu menguatkanku...
"..Aku ada di genggaman-Mu.."

Minggu, 02 Desember 2012

Tuntunlah Aku

Tertatih-tatih langkahmu menancapkan bentuk telapak di belakang semakin banyak..
Bila sejenak kau berpaling, rasanya tak mudah mengeja jumlahnya..
Perlahan melawan kepenatan raga, menerjang kelelahan nan menyengat, menggerogoti semangat lanjutkan langkah.. 

Percakapan demi percakapan berkecamuk di deraian hati...mungkinkah kesampaian pada titik pandangangan terlempar mata...? Akankah kepenatan raga mengganggu ketegaran jiwamu mendulang asa...? 

Engkau terus melangkah..
Banyak kata tanya dalam benak... Mengepung jawabanmu yg semestinya kau bingung.. Raungan impian mencolek lekuk niat agar menapak lebih lama...menatap lebih gagah..
Sementara belum setengah ukuranmu membentuk, ada seutas rengkuhan menggamit jemari mungilmu...seakan dia mendampingi semenjak keinginanmu terbentuk..
Rangkaian jemarimu dgn ringan menyambut ulurannya... 

'Engkau butuh topangan, anakku..' ujarnya tanpa memandang raut wajahku..
Kau sedetik diam, menatapnya lama... Lalu angguk, dan...lanjut lagi derap kakimu..
Kemudian, tanpa kata....! Sunyi..
'Kugendong engkau bila kakimu tak jangkau jengkal lompatan...
Kuraih lenganmu andai lemas terkulai... 

Kuhapus wajahmu dari peluh menderas jika tetesannya mengelabui pandangan mata harapan...
Kupijit kepenatanmu pabila pikiran membuyarkan arah...'
Itulah aneka rasamu padanya yg sedianya patokan tuntunan perjalananmu..
Namun, engkau punya kaki...bisa langkah sendirian, engkau punya akal...bisa berpikir apa saja, engkau punya hati...bisa seleksi baik buruk langkahmu...
Mengapa harus menggamit dan menuntun jalanmu..? 

'Wahai anakku,
kaki yg kau miliki, tak cukup selamanya kau berlari...
Akal yg kau puja, tak kuasa menyimpan semua kegalauan dalam rangkaian jalanmu..
Hati yg kau bangga, tak selamanya untuk tindakanmu sendiri.. 

Aku menuntunmu, karena mungkin saja aku sudah pulang dari jalan yg sedang kau pijak..
Aku menggiringmu, bukan menelantarkan di hamparan bahaya lalu biarkan engkau dimangsa buasnya jaman...!
Aku menuntunmu, menggiringmu lantaran luapan kasih sayangku tak tega kau terjang sendirian...'

Aku untukmu...menuntunmu..tak butuh bayaranmu...!